Selasa, 20 Desember 2016

administrasi kurikulum



ADMINISTRASI KURIKULUM

IAIN_SYARIAH.jpg 
MAKALAH 
Disusun sebagai tugas untuk memenuhi Tugas Terstruktur
Pada Matakuliah: Administerasi Pendidikan
Dosen pengampu: Zuri Pamuji, M.Pd.I

Oleh:
  1. RIQMA                                              (1423305078)
  2. UNTUNG SETYO AJI                      (1423305088)
  3. DWI RAMADAN ARI L                   (1323305067)
  4. FATMA HANIFAH                            (1323305000)
  5. FITRIA WAHYU RAMADHONA    (1323305000)
  6.  

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2016









BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
  2. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertia kurikulum ?
2.      Komponen apa saja yang terdapat pada kurikulum ?
3.      Upaya apa saja yang kita gunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan tenaga kependidikan ?
  1. Tujuan Penulisan


BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian kurikulum
  2. Komponen kurikulum
Kurikulum sebagai suatu sisem keseluruhan memiliki komponen-komponenyang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yakni sebagai berikut:
1.      Tujuan kurikulum
Tujuan dari kurikulum tiap satuan pendidikan harus mengacu ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional, sebagaimana telah ditetapkan dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentan sistem pendidikan nasional. Dalam skala yang lebih luas, kurikulum merupakan suatu alat pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kurikulum menyediakan kesempatan yang lebih iuas bagi peserta didik untuk megalami proses pendidikan dan pembelajaran untuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan sumber daya manusia yang berkualitas umumnya. Tujuan ini dikategorikan sebagai tujuan umum kurikulum.
2.      Materi kurikulum
Materi kurikulum pada hakikatnya adalah isi kurikulum. Dalam undang-undang pendidikan tentang sistem pendidikan nasional telah ditetapkan, bahwa … “Isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk mancapai tujuan penyelenggaraan suatu pendidikan yang bersangkutan dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional”(Bab IX, Ps 39). Sesuai dengan rumusan tersebut, isi kurikulum dikembangkan dan dsisusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.       Materi kurikulum berupa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau topik-topik pembelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan pembelajaran
b.      Materi kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidikan.
c.       Materi kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini, tujuan pendidikan nasional merupakan target tertinggi yang hendak dicapai melalui penyampaian materi kurikulum.
3.      Metode
Metode adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum. Suatu metode mengandung pengertian terlaksananya kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran.
Metode atau setrategi pembelajaran menempati fungsi yang penting dalam kurikulum, karena memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan oleh siswa dan guru. Karena itu, penyusunan hendaknya berdasarkan analisa tugas yang mengacu pada tujuan kurikulum dan berdasarkan perilaku awal siswa. Dalam hubungan ini ada tiga alternatif pendekatan yang dapat digunakan, yakni:
a.       Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran, dimana materi pembelajaran terutama bersumber dari mata ajaran. Penyampaiannya dilakukan melalui komunikasi antara guru dan siswa. Guru sebagai penyampai pesan dan siswa sebagai penerima pesan. Bahan ajar itu sebagai pesan itu sendiri. Dalam rangkaian komunikasi tersebut dapat digunakan berbagai metode mengajar.
b.      Pendekatan yang berpusat. Pembelajaran dilksanakan brdasarkan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa. Dalam pendekatan ini lebih banyak digunakan metodedalam rangka individualisasi pembelajaran. Seprti belajar mandiri dan sbagainya.
c.       Pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Pendekatan ini bertujuan mengintegrasikan sekolah dan masyarakat dan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. Prosedur yang ditempuh ialah dengan mengundang masyarakat ke sekolah atau siswa berkunjung ke masyarakat. Metode yang digunakan terdiri dari : karyawista, narasumber, kerja pengalaman, survey, proyek pengabdian/pelayanan masyarakat, berkemah dan unit.
4.      Organisasi kurikulum
Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk , yang masing-masing memiliki ciri-cirinya sendiri.
a.       Mata pelajaran terpisah-pisah (Isolated Subject)
Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang terpisah-pisah. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya dengan mata ajaran lainnya.
b.      Mata ajaran-mata ajaran berkorelasi (Correlated)
Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi kelemahan-kelemahan sebagi akibat pemisahan mata ajaran. Prosedur yang ditempuh ialah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa memahami pelajaran tersebut.
c.       Bidang studi (broadfield)
Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki ciri-ciri yang sama dikorelasikan/difungsikan dalam satu bidang pengajaran,
d.      Program yang berpusat pada anak (Childecentered)
Program ini adalah orientasi baru dimana kurikulum dititik beratkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata ajaran. Cara lain untuk mlaksanakan kurikulum ini, ialah pengajaran dimulai dengan kelompok siswa yang belajar, kemudian guru bersama siswa trsebut menyusun program bagi mereka. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini
e.       Core program
Core artinya inti atau terpusat. Core program adalah suatu program inti yang berupa suatu unit atau masalah. Masalah itu diambil dari suatu mata ajaran tertentu, misalnya bidang studi IPS. Beberapa mata ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya memecahkan masalah tersbut. 
f.        Eclectic program
Eclectic program adalah suatu program yang mencari keseimbangan  antara organisasi kurikulum yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat ada peserta didik.
5.      Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena kurikulum adalah pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa.
Aspek-aspek yang perlu dinilai bertitik tolak dari aspek-aspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal pada kemampuan-kemempuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemampuan itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan sikap serta nilai.
Jenis penilaian yang dilaksanakan tergantung pada tujuan diselenggarakannya penilaian tersebut. Misalnya, penilaian foramtif dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melaksanakan perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang bermaksud menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk mengetahui prkembangan siswa secara menyeluruh.
(diambil buku , judul kurikulum dan pemblajaran oleh Dr. Oemar Hamalik, 2008, Jakarta, bumi aksara, hal 23-29)
,  

  1. ?
  2. ?
  3. ?
BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPILAN
  2. SARAN