ADMINISTRASI KURIKULUM
MAKALAH
Disusun sebagai tugas
untuk memenuhi Tugas Terstruktur
Pada Matakuliah:
Administerasi Pendidikan
Dosen pengampu: Zuri
Pamuji, M.Pd.I
Oleh:
- RIQMA (1423305078)
- UNTUNG SETYO AJI (1423305088)
- DWI RAMADAN ARI L (1323305067)
- FATMA HANIFAH (1323305000)
- FITRIA WAHYU RAMADHONA (1323305000)
JURUSAN PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS TARBIYAH DAN
ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI
PURWOKERTO
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar belakang
- Rumusan Masalah
1.
Apa pengertia
kurikulum ?
2.
Komponen apa saja
yang terdapat pada kurikulum ?
3.
Upaya apa saja
yang kita gunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan tenaga
kependidikan ?
- Tujuan Penulisan
BAB
II
PEMBAHASAN
- Pengertian kurikulum
- Komponen kurikulum
Kurikulum sebagai suatu sisem keseluruhan memiliki
komponen-komponenyang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yakni
sebagai berikut:
1. Tujuan
kurikulum
Tujuan dari kurikulum tiap satuan pendidikan harus
mengacu ke arah pencapaian tujuan pendidikan nasional, sebagaimana telah
ditetapkan dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentan sistem pendidikan nasional. Dalam
skala yang lebih luas, kurikulum merupakan suatu alat pendidikan dalam rangka
pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kurikulum menyediakan
kesempatan yang lebih iuas bagi peserta didik untuk megalami proses pendidikan
dan pembelajaran untuk mencapai target tujuan pendidikan nasional khususnya dan
sumber daya manusia yang berkualitas umumnya. Tujuan ini dikategorikan sebagai
tujuan umum kurikulum.
2. Materi
kurikulum
Materi kurikulum pada hakikatnya adalah isi kurikulum.
Dalam undang-undang pendidikan tentang sistem pendidikan nasional telah
ditetapkan, bahwa … “Isi kurikulum merupakan bahan kajian dan pelajaran untuk
mancapai tujuan penyelenggaraan suatu pendidikan yang bersangkutan dalam rangka
upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional”(Bab IX, Ps 39). Sesuai dengan
rumusan tersebut, isi kurikulum dikembangkan dan dsisusun berdasarkan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Materi
kurikulum berupa bahan pembelajaran yang terdiri dari bahan kajian atau
topik-topik pembelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses belajar dan
pembelajaran
b. Materi
kurikulum mengacu pada pencapaian tujuan masing-masing satuan pendidikan.
c. Materi
kurikulum diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam hal ini,
tujuan pendidikan nasional merupakan target tertinggi yang hendak dicapai
melalui penyampaian materi kurikulum.
3. Metode
Metode adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan
materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan kurikulum. Suatu metode mengandung
pengertian terlaksananya kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam proses
pembelajaran.
Metode atau setrategi pembelajaran menempati fungsi
yang penting dalam kurikulum, karena memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan
oleh siswa dan guru. Karena itu, penyusunan hendaknya berdasarkan analisa tugas
yang mengacu pada tujuan kurikulum dan berdasarkan perilaku awal siswa. Dalam
hubungan ini ada tiga alternatif pendekatan yang dapat digunakan, yakni:
a. Pendekatan
yang berpusat pada mata pelajaran, dimana materi pembelajaran terutama
bersumber dari mata ajaran. Penyampaiannya dilakukan melalui komunikasi antara
guru dan siswa. Guru sebagai penyampai pesan dan siswa sebagai penerima pesan.
Bahan ajar itu sebagai pesan itu sendiri. Dalam rangkaian komunikasi tersebut
dapat digunakan berbagai metode mengajar.
b. Pendekatan
yang berpusat. Pembelajaran dilksanakan brdasarkan kebutuhan, minat dan
kemampuan siswa. Dalam pendekatan ini lebih banyak digunakan metodedalam rangka
individualisasi pembelajaran. Seprti belajar mandiri dan sbagainya.
c. Pendekatan
yang berorientasi pada kehidupan masyarakat. Pendekatan ini bertujuan
mengintegrasikan sekolah dan masyarakat dan untuk memperbaiki kehidupan
masyarakat. Prosedur yang ditempuh ialah dengan mengundang masyarakat ke
sekolah atau siswa berkunjung ke masyarakat. Metode yang digunakan terdiri dari
: karyawista, narasumber, kerja pengalaman, survey, proyek pengabdian/pelayanan
masyarakat, berkemah dan unit.
4. Organisasi
kurikulum
Organisasi kurikulum terdiri dari beberapa bentuk ,
yang masing-masing memiliki ciri-cirinya sendiri.
a. Mata
pelajaran terpisah-pisah (Isolated Subject)
Kurikulum terdiri dari sejumlah mata ajaran yang
terpisah-pisah. Tiap mata ajaran disampaikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya
dengan mata ajaran lainnya.
b. Mata
ajaran-mata ajaran berkorelasi (Correlated)
Korelasi diadakan sebagai upaya untuk mengurangi
kelemahan-kelemahan sebagi akibat pemisahan mata ajaran. Prosedur yang ditempuh
ialah menyampaikan pokok-pokok yang saling berkorelasi guna memudahkan siswa
memahami pelajaran tersebut.
c.
Bidang studi
(broadfield)
Beberapa mata ajaran yang sejenis dan memiliki
ciri-ciri yang sama dikorelasikan/difungsikan dalam satu bidang pengajaran,
d.
Program yang
berpusat pada anak (Childecentered)
Program ini adalah orientasi baru dimana kurikulum
dititik beratkan pada kegiatan-kegiatan peserta didik, bukan pada mata ajaran.
Cara lain untuk mlaksanakan kurikulum ini, ialah pengajaran dimulai dengan
kelompok siswa yang belajar, kemudian guru bersama siswa trsebut menyusun
program bagi mereka. Para siswa akan memperoleh pengalaman melalui program ini
e.
Core program
Core artinya inti atau terpusat. Core program adalah
suatu program inti yang berupa suatu unit atau masalah. Masalah itu diambil
dari suatu mata ajaran tertentu, misalnya bidang studi IPS. Beberapa mata
ajaran lainnya diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar dalam upaya
memecahkan masalah tersbut.
f.
Eclectic program
Eclectic program adalah suatu program yang mencari
keseimbangan antara organisasi kurikulum
yang berpusat pada mata ajaran dan yang berpusat ada peserta didik.
5.
Evaluasi
Evaluasi merupakan suatu komponen kurikulum, karena
kurikulum adalah pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar. Dengan
evaluasi dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan
pembelajaran dan keberhasilan belajar siswa.
Aspek-aspek yang perlu dinilai bertitik tolak dari
aspek-aspek tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan kurikulum, tujuan
pembelajaran dan tujuan belajar siswa. Setiap aspek yang dinilai berpangkal
pada kemampuan-kemempuan apa yang hendak dikembangkan, sedangkan tiap kemampuan
itu mengandung unsur-unsur pengetahuan, keterampilan sikap serta nilai.
Jenis penilaian yang dilaksanakan tergantung pada
tujuan diselenggarakannya penilaian tersebut. Misalnya, penilaian foramtif
dimaksudkan untuk mengetahui kemajuan siswa dan dalam upaya melaksanakan
perbaikan yang dibutuhkan. Berbeda dengan penilaian summatif yang bermaksud
menilai kemajuan siswa setelah satu semester atau dalam periode tertentu, untuk
mengetahui prkembangan siswa secara menyeluruh.
(diambil buku ,
judul kurikulum dan pemblajaran oleh Dr. Oemar Hamalik, 2008, Jakarta, bumi
aksara, hal 23-29)
,
- ?
- ?
- ?
BAB
III
PENUTUP
- KESIMPILAN
- SARAN